INTERNATIONAL EARTH SCIENCE OLYMPIAD
Posted by admin on 25 February 2008
Dari OSN 2008 menuju 3rd IESO 2009 di Taiwan

File-file terkait silakan buka disini

INTERNATIONAL EARTH SCIENCE OLYMPIAD (IESO, lihat: http://ieso.or.kr) adalah suatu ajang kompetisi siswa pra-perguruan tinggi (sekolah menengah) untuk bidang ilmu kebumian yang pada prinsipnya meliputi geologi, geofisika, oseanografi, meteorologi dan astronomi. Kegiatan ini dipayungi oleh International Geoscience Education Organization (IGEO, lihat: www.geoscied.org) yang adalah suatu organisasi internasional dengan anggota para pendidik/organisasi/institusi pendidikan ilmu kebumian di seluruh dunia baik untuk tingkat pra-perguruan tinggi maupun perguruan tinggi. Organisasi ini dibentuk untuk mendorong terciptanya pendidikan ilmu kebumian terutama di tingkat pra-perguruan tinggi di seluruh dunia yang berdasarkan ........................ ...................
Extended News
Dari OSN 2008 menuju 3rd IESO 2009 di Taiwan

File-file terkait silakan buka disini

INTERNATIONAL EARTH SCIENCE OLYMPIAD (IESO, lihat: http://ieso.or.kr) adalah suatu ajang kompetisi siswa pra-perguruan tinggi (sekolah menengah) untuk bidang ilmu kebumian yang pada prinsipnya meliputi geologi, geofisika, oseanografi, meteorologi dan astronomi. Kegiatan ini dipayungi oleh International Geoscience Education Organization (IGEO, lihat: www.geoscied.org) yang adalah suatu organisasi internasional dengan anggota para pendidik/organisasi/institusi pendidikan ilmu kebumian di seluruh dunia baik untuk tingkat pra-perguruan tinggi maupun perguruan tinggi. Organisasi ini dibentuk untuk mendorong terciptanya pendidikan ilmu kebumian terutama di tingkat pra-perguruan tinggi di seluruh dunia yang berdasarkan pemahaman yang benar akan proses-proses alami bumi sebagai suatu sistem.

IESO baru dilaksanakan satu kali yaitu 1ST INTERNATIONAL EARTH SCIENCE OLYMPIAD (1st IESO lihat: http://2007ieso.or.kr) yang diselenggarakan di Daegu, Korea Selatan pada tanggal 7-15 Oktober 2007. Pada kompetisi yang pertama kali ini Indonesia telah mengirimkan delegasi dan ke-4 siswa wakil Indonesia memperoleh medali perunggu. 2nd IESO akan diadakan pada bulan September 2008 di Filipina, sedangkan 3rd IESO direncanakan akan diselenggarakan pada bulan Agustus 2009 di Taiwan.

Sistem yang dipergunakan pada olimpiade ini adalah dengan tes tertulis (bobot 70%), dengan komponen geologi (dan geofísika) : meteorologi : astronomi : oseanografi = 4 : 3 : 2 : 1 serta tes praktek (bobot 30%) dengan materi geologi, astronomi dan meteorologi. Selain itu terdapat kompetisi berupa investigasi lapangan untuk materi geologi. Dalam kegiatan investigasi lapangan ini dibentuk beberapa kelompok internasional yang terdiri dari beberapa siswa dari berbagai negara. Dalam kompetisi ini kerjasama dan kreativitas menjadi penilaian utama untuk menentukan kelompok yang mendapatkan penghargaan tambahan.

Adapun dasar pemikiran dari Silabus IESO adalah bahwa konsep Ilmu Kebumian harus dipahami melalui pendekatan Sistem Bumi (Earth System). Memahami bumi sebagai suatu sistem pada prinsipnya adalah melihat sistem alami yang ada di bumi (dan sekitarnya) secara keseluruhan sebagai faktor-faktor yang saling terkait secara integral. Hal ini meliputi geosfer, hidrosfer, atmosfer (dan biosfer) serta sistem planet.


Mulai tahun 2008, Ilmu Kebumian dimasukkan sebagai salah satu ilmu yang diperlombakan dalam Olimpiade Sains Nasional. Pemenang OSN merupakan wakil Indonesia untuk 3rd IESO 2009 di Taiwan.

Peserta OSN Ilmu Kebumian adalah Siswa SMA kelas X dan XI yang memiliki ketertarikan terhadap ilmu kebumian dengan penguasaan geografi, fisika, matematika dan kimia yang baik (nilai minimal 7) dan usia maksimal 17 tahun pada saat final OSN.

Aspek yang dinilai pada OSN adalah aspek kognitif dan psikomotorik. Seleksi tingkat Kabupaten/Kota hanya berdasarkan soal pilihan ganda, untuk tingkat Propinsi berdasarkan pilihan ganda dan esai. Pada seleksi nasional terdapat soal pilihan ganda, esai dan observasi (praktikum lapangan atau laboratorium).

Sebagai persiapan menjelang IESO, siswa yang terpilih mewakili Indonesia akan menjalani pelatihan berupa perkuliahan, latihan, praktikum di laboratorium dan lapangan yang diadakan di Jurusan Teknik Geologi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta serta di Prodi Meteorologi dan Prodi Astronomi, Institut Teknologi Bandung. Para pembimbing (mentor) adalah para dosen/asisten dosen di UGM dan ITB serta peneliti dari LIPI.

Contoh materi pembelajaran ilmu kebumian dapat dilihat pada web site IESO atau IGEO dan link yang terdapat pada kedua web site tersebut. Contoh soal dapat dilihat pada web site Jurusan Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada.